0

Cara Mengobati Rakus dan Tamak

Kamis, 13 Januari 2011.
Ketahuilah bahwa obat ini terdiri dari tiga unsur: sabar, ilmu, dan amal. Secara keseluruhan terangkum dalam hal-hal berikut ini:
1. Ekonomis dalam kehidupan dan arif dalam membelanjakan harta.
2. Jika seseorang bisa mendapatkan kebutuhan yang mencukupinya, maka dia tidak perlu gusar memikirkan masa depan, yang bisa dibantu dengan membatasi harapan-harapan yang hendak dicapainya dan merasa yakin bahwa dia pasti akan mendapatkan rezeki dari Allah. Jika sebuah pintu rezeki tertutup baginya, sesungguhnya rezeki akan tetap menunggunya di pintu-pintu yang lain. Oleh karena itu hatinya tidak perlu merasa gusar.
وَكَأَيِّنْ مِنْ دَآبَّةٍ لاَ تَحْمِلُ رِزْقُهَا اللهُ يَرْزُقُهَا وَإيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-’Ankabut: 60)
3. Hendaklah dia mengetahui bahwa qana`ah itu adalah kemuliaan karena sudah merasa tercukupi, dan dalam kerakusan dan tamak itu ada kehinaan karena dengan kedua sifat tersebut, dia merasa tidak pernah cukup. Barangsiapa yang lebih mementingkan hawa nafsunya dibandingkan kemuliaan dirinya, berarti dia adalah orang yang lemah akalnya dan tipis imannya.
4. Memikirkan orang-orang Yahudi dan Nasrani, orang-orang yang hina dan bodoh karena tenggelam dalam kenikmatan. Setelah itu hendaklah dia melihat kepada para nabi dan orang shalih, menyimak perkataan dan keadaan mereka, lalu menyuruh akalnya untuk memilih antara makhluk yang mulia di sisi Allah ataukah menyerupai penghuni dunia yang hina.
5. Dia harus mengerti bahwa menumpuk harta itu bisa menimbulkan dampak yang kurang baik. Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُنْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَأَنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ
Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat yang Allah limpahkan kepada kalian.” (Hadits riwayat Muslim)
Hadits ini berlaku dalam urusan dunia. Adapun dalam urusan akhirat, maka hendaklah setiap muslim berlomba-lomba untuk mencapai derajat kedudukan tertinggi.
Penopang urusan ini adalah sabar dan membatasi harapan serta menyadari bahwa sasaran kesabarannya di dunia hanya berlangsung tidak seberapa lama untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi, seperti orang sakit yang harus menunggu pahitnya obat saat menelannya, karena dia mengharapkan kesembuhan selama-lamanya.
(Dirangkum dari Terjemahan Mukhtashar Minjahul Qashidin (hlm.253-255), karya Ibnu Qudamah Al-Maqdisi, penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Maret 2004; dengan pengubahan seperlunya oleh redaksi 
Leia Mais...
0

Pembagian Sihir Menurut Ar-Razi rahimahullah


Abu ‘Abdillah Ar-Razi mengungkapkan bahwa macam-macam sihir itu ada delapan, yaitu:
  1. Sihir orang-orang Kildan dan Kisydan yang mereka adalah para penyembah tujuh bintang.
  2. Sihir orang-orang yang suka berilusi dan mempunyai jiwa yang kuat.
  3. Meminta bantuan kepada para jin yang bersemayam di bumi. Mereka ini terbagi menjadi dua bagian: jin mukmin dan jin kafir, yang tidak lain mereka (jin kafir tersebut –ed) adalah setan.
  4. Ilusi, hipnotis, dan sulap.
  5. Berbagai tindakan menakjubkan yang muncul dari hasil penyusunan alat-alat secara seimbang dan sesuai dengan ilmu rancang bangun, misalnya seorang (patung –ed) penunggang kuda yang memegang terompet, setiap berlalu satu jam, maka terompet itu akan berbunyi tanpa ada yang menyentuhnya. (Mengenai hal ini, Wahid bin ‘Abdissalam bin Baali memberi keterangan, “Berkenaan dengan hal tersebut perlu saya (penulis) katakan, ‘Sekarang ini, hal-hal tersebut sudah sangat biasa, apalagi setelah terjadi kemajuan ilmu pengetahuan yang menjadi sebab ditemukannya berbagai hal yang menakjubkan’”).
  6. Memakai bantuan dengan obat-obatan khusus, yakni yang terdapat pada makanan dan minyak.
  7. Ketergantungan hati.
  8. Usaha melakukan pergunjingan dan pendekatan diri dengan cara terselubung dan nyaris tidak terlihat. Dan hal ini sudah tersebar luas di kalangan masyarakat. (Tafsir Ar-Razi [II/231])
Ibnu Katsir mengatakan, “Ar-Razi telah memasukkan berbagai hal yang telah disebutkan sebagai bagian dari sihir karena terlalu halus untuk dilihat oleh pandangan mata, sebab menurut bahasa Arab, sihir adalah berarti sesuatu yang halus dan sebabnya tersembunyi.” (Tafsir Ibnu Katsir [I/147])
Diringkas dari buku Sihir dan Guna-Guna, karya Wahid bin ‘Abdissalam bin Baali (hlm. 51—53), penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Bogor
***
Leia Mais...


Dalam Tinjauan Syar'i

Diantara kematian yang diperingati secara massal oleh begitu banyak orang yaitu kematian St. Valentine yang diyakini terjadi pada tanggal 14 Februari. Ia dihukum mati karena menentang kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda pada waktu itu. Hari kematian itu kemudian diperingati oleh sebagai Valentine's Day (hari valentine), suatu hari dimana orang-orang menyatakan rasa cinta dan kasih sayang kepada orang-orang yang diinginkannya. Dihari itu ada yang menyatakan perasaan kasih sayangnya kepada teman, guru, orangtua, kakak atau adik dan yang paling banyak ditemui adalah mereka yang menyatakan cintanya kepada pasangan atau kekasihnya. Dihari itu pula, para lelaki/perempuan yang ingin menyatakan cintanya mengirimkan kartu atau hadiah berupa coklat atau kado kepada orang yang dituju dengan kalimat be my valentine atau jadilah valentineku atau sama artinya jadilah kekasihku.

Benarkah semua itu merupakan kebaikan???

Sejarah Ringkas Valentine's Day

Ribuan literatur yang berupaya menggali sejarah awal hari valentine masih berbeda pendapat. Ada banyak versi ttg asal perayaan valentine ini. Yang paling populer adalah kisah Valentinus atau St. Valentine yang diyakini hidup pd masa Claudius II yang menemui ajal pada tanggal 14 feb 269 M, namun inipun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak mengandung silang pendapat adalah kalau kita menilik secara lebih jauh lagi kedalam tradisi Paganismu atau pemujaan dewa-dewi romawi kuno.

Waktu itu ada perayaan yang dikenal sebagai Lupercalia, didalamnya terdapat rangkaian upacara penyucian dimasa romawi kuno ( 13-18 feb) 2 hari pertama dipersembahkan utuk dewi cinta ( queen of veferise love) Juno Vebruata. Pada hari itu, para pemuda mengundi nama-nama gadis didalam kotak, lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan objek hiburan.

Pada 15 Feb, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut (mencambuk) orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena dianggap lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. Ketika agama katolik memasuki Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa nasrani, antara lain : mengganti nama-nama gadis Paus dan Pastur. Diantara pendukungnya adalah Kaisar Constantinus dan Paus Gregorius I. Kemudian agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran nasrani, pada 496M Paus Glasius I menjadikan upacara romawi kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Velentine's Day untuk menghormati St. Valentine yang mati pada tanggal 14 feb tentang siapakah sesungguhnya St. Valentine ini - Seperti telah disinggung diatas - para sejarawan masih berbeda pendapat.

Pada saat ini, sekurang-kurangnya ada 3 nama Valentine yang meninggal pada tgl 14 feb. Diantaranya ialah kisah yang menceritakan bahwa Caisar Claudius II menganggap tentara bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Caisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, tetapi tindakan Caisar itu mendapat tantangan dari St. Valentine yang secara diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga diapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 feb 269M.

"Valentine's Day" Adalah perbuatan orang-orang Kafir

Saudaraku seiman, jelas sudah bahwa hari valentine berasal dari mitos dan legneda zaman Romawi yang seluruhnya bersumber dari pagnisme musyrik, penyembahan berhala, dan penghormatan kepada pastor. Tidak ada kaitannya dengan kasih sayang, bahkan hanya hubungan kepuasan seks dan nafsu birahi. Lalu mengapa sebagian orang menyambut hari Valentine dengan meriah???
Apa ini merupakan hari istimewa atau hanya ikut-ikutan saja tanpa tahu akar masalah dan muasalnya, dan mengekor pada kebudayaan barat. Bila kenyataannya demikian, maka sangat disayangkan banyak kaum remaja muslim putra dan puteri yang terkena penyakit ikut-ikutan semata dan terlena dengan hura-hura dan kemaksiatan serta mengikuti acara ritual agama lain.

Alloh berfirman:
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya." (Q.S Al-Isro 17 & 36)

Perlu diketahui bahwasannya perayaan hari valentine itu tidak ada dalam syari'at islam dan sama sekali tidak pernah dilakukan oleh Rosululloh SAW dan orang-orang yang mulia lagi bertaqwa dari kalangan sahabat, tabi'in, dan ulama setelah mereka. Akan tetapi, perayaan hari valentine adalah salah satu makar orang-orang yahudi yang diselundupkan kepada umat islam supaya mereka umat islam mengadopsinya atau mengikutinya. Karena orang-orang Yahudi tidak senang sebelum orang islam mengikuti agama mereka.

Alloh berfirman:
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, "sesungguhnya petunjuk Alloh itulah petunjuk yang benar" (Q.S Al-Baqoroh (2), 120)

Dengan demikian, jelaslah bahwa bagi kita perayaan hari valentine adalah salah satu acara yang diakan oleh orang-orang kafir dan orang-orang bergelimang dosa dalam ranka bermaksiat, mengumbar syahwat dan memenuhi hawa nafsu belaka.

Hukum merayakan "Valentine's Day"

Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam islam apabila orang yang diikuti berbeda keyakinan dan pemikiran dengan kaum muslim. Apalagi bila mengikuti dalam perkara aqidah, ibadah, syar'i, dan kebiasaan.

Ikut merayakan Valentine's Day sama saja membenarkan atas klaim (pengakuan) dogma dan ideologi Nasrani seperti Yesus sebagai anak Tuhan. Dalam kacamata Islam, Hal ini merupakan Syirik dan paling tidak sudah terjerumus kedalam dosa tasyabbuh atau menyerupai orang-orang kafir. Jauh-jauh hari Rosululloh SAW melarangnya.

Beliau bersabda:

"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari kaum tersebut" (HR. Abu Dawud:4031, Ahmad:2/50, 92 dan dishokhihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil: 1269)

Ibnu Taimiyyah al-harroni mengatakan:
"Dan sungguh Imam Ahmad dan selainnya telah berhujjah dengan hadist ini tentang haramnya Tasyabbuh(Menyerupai) orang-orang kafir"
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka" (Q.S Al-Maidah (5);51)

Perayaan Valentine's Day adalah acara ritual agama lain. Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi barat maka akan menjadi perbuatan buruk dimata Islam.

Dampak Negatif merayakan "Valentine's Day"

Diantara para Ulama zaman sekarang yang telah menjelaskan dampak negatif Valentine's Day adalah Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin.

1. Valentine's Day merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya dalam syari'at Islam.
2. Merayakannya dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara rendahan
3. Menjadi generasi penerus tradisi orang-orang kafir
4. Memperbanyak jumlah orang-orang kafir yang mengikuti agama mereka. Padahal dalam sholatnya orang muslim membaca ayat yang artinya:

"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugrahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bahkan (pula jalan) mereka yang sesat" (Q.S Al-Fatihah (1); 6-7)

Bagaimana mungkin ia memohon kepada Alloh agar ditunjukkan kapadanya jalan yang lurus/ jalan yang benar. Namun ia sendiri justru menempuh jalan yang sesat itu dengan sukarela dan senang hati. Na'udzubillah!!!

Walhasil, maka hendaklah kaum muslimin sekarang ini mengetahui dan berhati-hati terhadap propaganda yang diserukan oleh orang-orang kafir yang berusaha untuk menjauhkan orang islam dari ajaran Islamnya. Hal ini banyak kita saksikan di layar TV banyak sekali acara yang yang jauh dari Syar'i. Karena dunia Pertelevisian Indonesia Dikuasai oleh orang-orang kafir.

Tahun Baru Masehi

Hal serupa juga terjadi pada saat sambutan Tahun baru masehi. Banyak orang islam ikut-ikutan merayakannya dengan cara, berkunjung ketempat tertentu, lalu menyalakan kembang api dan begadang hingga dini hari. Hal ini serupa dengan perayaan Valentine's Day diatas. Yang hanya ikut-ikutan tanpa tahu hukumnya.

Tahun baru masehi adalah tahun barunya orang-orang Nasrani yang justru marak dirayakan oleh orang islam. Justru tahun baru Islam yaitu 1 Muharram, jarang yang mengetahui. Kalaupun tahu paling hanya sekedar tahu. Tahun baru islam yaitu tahun baru Hijriyah, hendaknya digunakan untuk Muhasabah diri, menghisab diri, mohon ampun pada Alloh atas dosa yang dilakukan tahun yang lalu dan berdoa agar diberikan kemantapan iman serta diperkuat ketaqwaaanya kepada Alloh SWT.
Renungkanlah hal dibawah ini:

1. Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dialah orang yang beruntung
2. Barang siapa hari ini sama dengan hari yang kemarin, maka dialah orang yang merugi
3. Barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dialah orang yang celaka

Kesimpulannya:

Janganlah umat Islam mengikuti tradisi dan kebiasaan orang kafir(non islam) dalam segala sesuatu terutama yang berkaitan dengan aqidah, kebiasaan, hukum, syi'ar, karena akan digolongkan kedalam golongan orang kafir walaupun ia masih memeluk islam.

    "Wallohua'lambissowab"
Leia Mais...
0

Kemurnian "CINTA" & Tingkatannya




Banyak orang berkata: "aku cinta padamu", dalam hatinya aku cinta wajahmu yang cantik jelita. "aku cinta padamu", dalam hatinya aku cinta uangmu, fasilitasmu dan yang sejenismu. Karena memang tidak sedikit manusia yang berprinsip bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang murni dan sejati. Kehidupan di dunia ini penuh dengan permainan, drama, dan sandiwara.


Terhadap yang demikian, "kalau begitu anda adalah produksi atau hasil percintaan yang kotor antara ayah dan ibu anda". Mungkin jikalau anda mendapatkan ucapan seperti ini, anda tidak setuju dan bahkan marah. Mengapa demikian? sebab hati nurani (hati manusia yang masih bersinar atau bersih) mengakui bahwa cinta dan kasih sayang itu tidak dapat dibeli. Orang Inggris berkata: "You can buy sex, but you can not buy love". Artinya: Anda dapat membeli seks, tapi anda tidak dapat membeli cinta. Mengapa demikian? Karena cinta datangnya dari Sang Pemilik Cinta yaitu Alloh SWT.


Oleh karena itu, tidak ada cinta yang murni dan sejati, serta tidak ada cinta yang sesungguhnya tanpa Cinta kepada Alloh SWT. Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan. Benarkah demikian? mari kita lihat uraian berikut:

DEFINISI CINTA

Apakah pengertian cinta?
Cinta secara bahasa adalah suka sekali dan senang sekali.
Cinta secara istilah ialah rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang paling dalam untuk rela berkorban, tanpa mengaharap imbalan apapun, dan dari siapapun, kecuali imbalan yang datang dari Alloh SWT.

Boleh jadi seorang pemuda berkata pada seorang pemudi: "Sungguh mati aku cinta padamu, dan akupun tahu bahwa engkaupun sebenarnya cinta padaku. Oleh karena itu, mengapa kita tidak seperti orang lain yang bermalam panjang, jalan-jalan ketempat hiburan, bersenang-senang sampai larut malam. Dunia ini hanya milik berdua." Demikian, tidak sedikit pemuda dan pemudi akhir-akhir ini yang bertingkah laku seperti ini. Sepulang sekolah tidak langsung pulang, tetapi mereka janjian untuk ketemuan di suatu tempat untuk bersenang-senang.

Apakah hubungan dua muda-mudi yang seperti ini dapat disebut dengan cinta?
Jawabannya, TIDAK!!!, sebab hubungan mereka sebenarnya adalah hubungan Nafsu Birahi, bukan hubungan Cinta. Mengapa???, Sebab cinta yang sesungguhnya atau cinta murni, tidak mengharapkan imbalan apapun dan dari siapapun Kecuali datang dan diridhoi Alloh SWT.
Kisah muda-mudi yang bermalam panjang, dan bersantai-santai di hotel, atau dibawah pohon yang remang-remang itu biasanya bisa mengakibatkan timbulnya "Kerajinan Tangan" dan ini menodai cinta, bukan merawat dan menjaga cinta. Keadaan yang seperti ini menurut AL-QURAN harus dijauhi karena ini telah MENDEKATI ZINA.

Alloh SWT Menyatakan:
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan satu jalan yang buruk." (Q.S. Al-Isra, 17:32)

Memang cinta bukan tanpa sebab, karena cinta itu tidak buta. Cinta itu melek (melihat). Ada sebab dan Akibatnya. Oleh karena itu, Jika anda ingin memiliki cinta yang murni, tulus dan abadi dari seseorang, tentu anda memerlukan penyebab yang membuatnya demikian. Jika anda mencintai seseorang karena hal-hal yang bersifat duniawi, karena harta, wanita(seksualitas), tahta dan yang sejenisnya, tentu cinta anda kepadanya hanya sepanjang penyebabnya itu masih ada. Itulah sebabnya ada pepatah mengatakan: "Ada uang abang disayang, ga ada uang abang ditendang"

Pepatah di atas menggambarkan hati Zulmani (Hati manusia yang gelap), sedang hati Nurani ( hati manusia yang bersinar terang) menghendaki cinta murni dna abadi serta tulus dan ikhlas karena Alloh SWT.

Hakikat Cinta

Cinta murni dan abadi itu yang seperti apa sih? dan mengapa tidak ada cinta yang sesungguhnya, tulus dan ikhlas tanpa cinta kepada Alloh SWT? Berkaitan dengan hal ini Alloh berfirman:

"Katakanlah jika bapak-bapak, pembesar dan nenek moyang kamu, saudara-saudara kamu, istri-istrimu, kaum kerabatmu, harta benda yang kamu cari, barang-barang dan perdagangan yang kamu takuti kerugiannya, serta rumah dan tempat tinggal yang kamu senangi lebih kamu Cintai dari pada Alloh dan Rosul-Nya serta Jihad(berjuang) dijalanNya, maka tunggulah saatnya sampai Alloh mendatangkan keputusan (azab)Nya, dan Alloh tidak menunjuki kaum yang fasik" (Q.S. At-Taubah; 9:24)

Tingkatan Cinta

1. Cinta kepada Alloh SWT
2. Cinta kepada Rosul
3. Cinta kepada Jihad fii sabilillah
4. Cinta kepada Manusia (orang tua dll)
5. Cinta kepada Harta, tahta dan yang sejenisnya

1. Cinta kepada Alloh SWT Mengapa cinta kepada Alloh merupakan tingkatan yang pertama? Karena Dialah Raja yang maha Raja penguasa alam semesta dan seisinya. Dialah yang menghidupkan manusia, Dialah yang mematikan manusia, Dialah yang mengurus seluruh kebutuhan manusia dan makhluk lainnya di alam semesta ini. Dialah Tuhan yang Patut disembah dan Agungkan.

    SABAR SAUDARAKU, INI BELUM SELESAI. MASIH BANYAK YANG BELUM DIMUAT. INSYA ALLOH AKAN DILANJUTKAN LAGI.
Leia Mais...

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

SMS GRATIS

Make Widget
 
MINAK JINGGO © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |