1

***PENYEBAB DATANGNYA BENCANA***

Minggu, 09 Januari 2011.
bencanaSaat ini kita sedang mengalami bencana yang tiada henti dan beragam. Dari mulai gempa bumi, tsunami, longsor, banjir, gunung meletus, kebakaran hutan, dan lain sebagainya. Bencana ini datang silih berganti dari satu daerah ke daerah lain. Seakan daerah yang satu menunggu giliran daerah lainnya. Apakah rangkaian bencana ini hanya merupakan fenomena alam semata? tidakkah kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini?
Sebagai muslim yang yakin adanya KEKUATAN yang mengatur semua kejadian di semesta alam ini, hendaknya bisa mengambil banyak pelajaran, terlebih jika di kaitkan dengan ayat-ayat bencana dalam al-Quran. Fokusnya adalah apa saja yang menjadi pencetus datangnya bencana dan apa solusi untuk menghindari bencana tersebut.
Jika kita memahami ayat-ayat al-Quran yang terkait dengan bencana, kita bisa mengambil insight bahwasanya, “Sebuah kepastian, tidak ada bencana tanpa dosa”. Artinya, jika kita tertimpa bencana, mudah caranya untuk mengetahui kenapa bencana itu datang. Yakni, carilah dosa apa yang telah kita perbuat. Dosa tersebut bisa berupa dosa pribadi ataupun dosa kolektif (masal). Saat bencana datang, ia tidak hanya menimpa orang yang berbuat dosa (dholim), namun menimpa seluruh orang di negeri / kawasan  itu. Jadi, saat bencana datang, dipastikan di situ ada dosa. Dari mana kesimpulan ini diperoleh, jawabannya dari al-Quran.
“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. As Syuura: 30).
Al-Quran mengungkapkan istilah bencana dengan beragam kata dan disebut secara berulang, yakni musibah, bala atau fitnah. Untuk mengetahui lebih lanjut faktor-faktor apa saja yang menyebabkan bencana, mari merenungi ayat al-Quran QS Al-Fajr 1-14, QS Yunus 13, QS Al-Isra 16, dan An-Nahl 112.
QS Al-Fajr 6-14
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad? 7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi 8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, 9. dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah 10. dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,12. lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,13. karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,14. sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
QS Yunus 13
“Dan sungguh, Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat zalim, padahal para rosul mereka telah datang membawa keterangan-keterangan (yang nyata), tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikian kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat dosa”
QS Al-Isra 16
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”
QS Annahl 112
“Dan Alloh telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dulunya aman lagi tentram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Alloh, karena itu Alloh menampakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat”.
Berdasarkan penjelasan ayat-ayat di atas kita bisa mengambil pelajaran tentang penyebab datangnya bencana yakni sebagai berikut:
#1. Durhaka dan Berbuat Kerusakan
Dalam QS Al-Fajr 6-14, Al-Quran menceritakan kaum terdahulu yang pernah musnah di muka bumi karena ditimpakan bencana oleh Alloh atasnya. Yakni kaum ‘Ad, Tsamud dan Firaun. Mereka adalah kaum yang memiliki kekuatannya luar biasa, baik dari fisik maupun peradaban. Dan Alloh mencampakkan mereka dengan adzab-Nya dikarenakan mereka berbuat kedurhakaan dan kerusakan.
Dalam surat ini kita menemukan dua sifat sebagai penyebab datangnya bencana yakni Thogho (durhaka) dan Fasad (berbuat kerusakan). Arti durhaka adalah tidak peduli dengan aturan Alloh, mereka hidup semaunya. Hal yang diperintahkan ia tinggalkan, sebaliknya yang dilarang malah dikerjakan.
Sementara itu, Fasad (merusak), dapat diartikan merusak secara  fisik (menggunduli hutan, membuang sampah sembarangan, mencemari sungai dan laut dan lain sebagainya) maupun merusak secara non fisik (ekonomi, hukum, politik dan sosial).
#2. Berbuat Dholim
Faktor lain penyebab datangnya bencana sebagaimana tercantum dalam Dalam QS Yunus 13 adalah berbuat Zalim. Ada dua makna terkait dengan Zalim yakni berbuat syirik dan menganiaya (tidak adil). Contoh berbuat syirik adalah percaya atas kekuatan arwah leluhur, roro kidul, dan lain sebagainya, sementara contoh aniaya adalah membenarkan urusan yang salah, dan menyalahkan urusan yang benar.
#3. Mengingkari Nikmat, Hidup Mewah dan Berbuat Kedurhakaan.
Faktor ketiga penyebab datangnya bencana adalah mengingkari nikmat, hidup kaya dan berbuat durhaka. Ketiga sifat ini seakan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Bagi orang yang bergelimang harta, biasanya pintu-pintu kemaksiatan semakin terbuka sehingga mudah melakukan kedurhakaan.
Demikian uraian tentang faktor-faktor penyebab datangnya bencana, semoga kita diberi kekuatan untuk mengindari sifat-sifat durhaka, merusak, zalim, mengingkari nikmat, serta hidup mewah yang bergelimang dosa. Amien…
“Dikutip dari pengajian malam Ahad,
Leia Mais...
2

***TERNYATA AKU SANG PENDUSTA AGAMA***


Saya ingin mengawali tulisan ini dengan kisah Rosululloh Saw dimana ketika Rosululloh hendak pergi kemasjid, dihadanglah Rosul oleh kafir quraisy, setelah itu beliau diludahi, dilempar kotoran sehingga mengenai tubuh beliau yang suci, itu bukan hanya satu atau dua kali, akan tetapi setiap hari beliau Rosululloh dihinakan seperti itu, akan tetapi pada suatu saat ketika ada hal yang ganjil, ketika beliau Rosululloh lewat seperti biasanya, seorang kafir quraisy itu tidak terlihat, sehingga membuat Rosululloh terheran "kemanakah saudaraku yang senantiasa melempari aku kotoran?" tanya Sang Terkasih kepada salah satu sahabat . "Maaf, ya Rosululloh, saya dengar kabar si fulan sekarang sakit keras, entah tidak tahu sakitnya karena apa?", akhirnya bergegaslah setelah melakukan jamaah sholat dimasjid, Rosululloh pun menjenguk kafir quraisy itu. Dimana pada saat itu si fulan terbujur tiada daya diatas ranjang yang mulai nampak kusam. Ketika itu beliau datang sambil membawa semangkok makanan. Sang pemilik rumah pun tersentak dan menangis tersedu sambil berkata "Yaa Rosul aku sering sekali melempari engkau dengan ludahan, kotoran dan sekarang engkau ke rumahku hanya untuk menjenguk dan membawa semangkok makanan seraya tidak ada dendam dan dengki di matamu, sedangkan tetangga dan kerabatku belum menjengukku sama sekali, Yaa Rosul sungguh mulia hatimu, aku tidak pernah menemukan sesosok manusia seperti engkau Yaa Rosul? Engkau adalah Rohmatil Lilalamin. Engkau benar adalah kekasih Tuhan, dan kali ini aku bersaksi "Tiada Tuhan Selain Alloh dan Engkau Muhammad Adalah Utusan Alloh".

Subhanalloh! Itulah contoh akhlaqul karimah yang diberikan beliau Rosululloh kepada umatnya, maka alangkah elok nan indah apabila ada sesosok orang seperti itu, walaupun dia di hina, dicaci, serta difitnah, akan tetapi hatinya selalu tenang tidak membalas, malah hinaan, cacian serta fitnaan yang menghunjam jiwanya, ia hadapi dengan aura kesabaran serta kelembutan.

Itulah muslim sejati, dia tidak akan pernah menghujat orang lain, dia selalu mengoreksi pribadi dirinya karena masih banyak kesalahan yang terpendam dan belum terurai yang menjadikan besok menjadi sebuah pertanggung jawaban di hadapan Alloh, dia selalu mendoakan saudaranya walaupun saudaranya bergelimang dengan kekufuran dan kekafiran, karena sebagai muslim sejati hatinya selalu sadar dan pandangannya selalu tembus dihadapan Sang Pencipta, karena semua itu adalah sebuah skenario yang harus dijalankan. Dia sekali-kali tidak melihat pernah melihat objek akan tetapi yang dia liat adalah subjek, karena dibalik itu semua dialah Sang Penggerak Makhluk, Sang Penguasa Sejati. Itulah Tuhan Sang Pencipta Alam!.

Tapi sungguh ironis, bicara tentang Tuhan akan tetapi hati kita buta dengan Tuhan, bicara tentang agama akan tetapi masih menyakiti orang lain, bicara tentang perjuangan masih ada yang merasa ungul, bicara tentang kesucian akan tetapi hati kita busuk penuh dengan ke AKU an! Awas sekali lagi bendera "AKU" berkibar, iblispun akan menertawakan kita!

Ingatlah wahai saudaraku, islam sendiri adalah sebuah keselamatan, sebuah kedamain, sebuah ketentraman, akan tetapi sudahkah lidah kita selamat sehingga tidak menfitnah orang lain lebih-lebih teman seperjuangan? Sudahkah tingkah laku kita selamat sehingga tidak menyakiti orang lain? Sudahkan akhlaqul karimah kita selamat sehingga menimbulkan sebuah kedamaian dan ketertraman diantara sesama? Atau malah sebaliknya dengan prilaku kita malah membuat sebuah perpecahan dan permusuhan diantara sesama umat masyarakat?

Tolong koreksi kedalam jangan melihat orang lain!

Sungguh naif, apabila saya tidak mengkoreksi dan menghakimi diri sendiri, ternyata saya adalah sang pendusta agama yang berkedok dengan kemuliaan. Jangan anggap ketika saya menghadirkan tulisan ini saya adalah orang mulia, tidak! Ketika pembaca tahu tentang pribadi saya mungkin akan muak, dan meninggalkan tulisan ini, dimana saya adalah sampah yang telah mengotori perjuangan agama. Yang membuat dunia menjadi kacau, yang membuat islam menjadi sumber segala fitnah, yang menjadikan islam menjadi hujatan, sebab karena sayalah islam tidak bersatu, saling benar dan menang sendiri. saya hanya bisa berucap akan tetapi tidak bisa mengetrapkan. Pembohong besar !

Al-Qur'an surat Ash-Shaf ayat 3

"amatlah besar kemurkaan disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat."

(Ya Alloh Sucikanlah rohku, bersihkanlah hatiku, Sucikanlah roh umat suluruh jagat, bersihkanlah juga hati umat seluruh jagat. Terlalu hina dan kotor diri ini sehingga aku buta dengan Engkau, Yaa Alloh Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa hambamu, dosa teman-temanku, dosa umat masyarakat jamial alamin, sebab karena akulah dunia menjadi kacau, sebab karena akulah, islam menjadi sumber segala fitnah, sebab karena akulah islam menjadi hujatan, sebab karena akulah islam tidak bersatu, saling benar dan menang sendiri. Ya Rohman Ya Rohim Engkau Maha Tahu, aku hanya manusia lemah, hina dan tiada daya, perkenankan doa kami Yaa Alloh, matikan aku dalam ketiadaanMu, sehingga Engkau perkenankan untuk senantiasa kembali kepada KesucianMu.)

Maka lebih mulia kita diam dan merenungi kekurangan diri sendiri daripada membalas cacian, hinaan, serta fitnaan orang lain karena itu semua adalah tangga penguji sebagai kemuliaan yang terselubung. Serta tiada tempat untuk marah ketika kita dihina, sebab Alloh masih banyak menutupi aib kebusukan didalam hati kita terhadap sesama manusia. Dan semulia-mulia orang adalah orang yang bisa mengoreksi diri, lebih baik kita dicaci dari pada mencaci orang lain, lebih baik kita dihina daripada kita menghina orang lain, lebih baik kita disakiti daripada kita menyakiti orang lain, karena tidak ada orang yang dimuliakan sebelum dia diuji, tidak akan ada orang yang akan memiliki derajat yang tinggi sebelum dia dicaci, dihina, serta difitnah sehingga menghujam jiwanya sampai benar-benar kokoh seperti batu karang tiada bergeming ketika ombak menghantam.

Ingat janganlah berselimut dengan kepura-puraan, jujurlah pada diri sendiri! pendusta agama ataukah kita adalah kekasih Tuhan?
Leia Mais...
0

***TERNYATA AKU SANG PENDUSTA AGAMA***

 

Saya ingin mengawali tulisan ini dengan kisah Rosululloh Saw dimana ketika Rosululloh hendak pergi kemasjid, dihadanglah Rosul oleh kafir quraisy, setelah itu beliau diludahi, dilempar kotoran sehingga mengenai tubuh beliau yang suci, itu bukan hanya satu atau dua kali, akan tetapi setiap hari beliau Rosululloh dihinakan seperti itu, akan tetapi pada suatu saat ketika ada hal yang ganjil, ketika beliau Rosululloh lewat seperti biasanya, seorang kafir quraisy itu tidak terlihat, sehingga membuat Rosululloh terheran "kemanakah saudaraku yang senantiasa melempari aku kotoran?" tanya Sang Terkasih kepada salah satu sahabat . "Maaf, ya Rosululloh, saya dengar kabar si fulan sekarang sakit keras, entah tidak tahu sakitnya karena apa?", akhirnya bergegaslah setelah melakukan jamaah sholat dimasjid, Rosululloh pun menjenguk kafir quraisy itu. Dimana pada saat itu si fulan terbujur tiada daya diatas ranjang yang mulai nampak kusam. Ketika itu beliau datang sambil membawa semangkok makanan. Sang pemilik rumah pun tersentak dan menangis tersedu sambil berkata "Yaa Rosul aku sering sekali melempari engkau dengan ludahan, kotoran dan sekarang engkau ke rumahku hanya untuk menjenguk dan membawa semangkok makanan seraya tidak ada dendam dan dengki di matamu, sedangkan tetangga dan kerabatku belum menjengukku sama sekali, Yaa Rosul sungguh mulia hatimu, aku tidak pernah menemukan sesosok manusia seperti engkau Yaa Rosul? Engkau adalah Rohmatil Lilalamin. Engkau benar adalah kekasih Tuhan, dan kali ini aku bersaksi "Tiada Tuhan Selain Alloh dan Engkau Muhammad Adalah Utusan Alloh".

Subhanalloh! Itulah contoh akhlaqul karimah yang diberikan beliau Rosululloh kepada umatnya, maka alangkah elok nan indah apabila ada sesosok orang seperti itu, walaupun dia di hina, dicaci, serta difitnah, akan tetapi hatinya selalu tenang tidak membalas, malah hinaan, cacian serta fitnaan yang menghunjam jiwanya, ia hadapi dengan aura kesabaran serta kelembutan.

Itulah muslim sejati, dia tidak akan pernah menghujat orang lain, dia selalu mengoreksi pribadi dirinya karena masih banyak kesalahan yang terpendam dan belum terurai yang menjadikan besok menjadi sebuah pertanggung jawaban di hadapan Alloh, dia selalu mendoakan saudaranya walaupun saudaranya bergelimang dengan kekufuran dan kekafiran, karena sebagai muslim sejati hatinya selalu sadar dan pandangannya selalu tembus dihadapan Sang Pencipta, karena semua itu adalah sebuah skenario yang harus dijalankan. Dia sekali-kali tidak melihat pernah melihat objek akan tetapi yang dia liat adalah subjek, karena dibalik itu semua dialah Sang Penggerak Makhluk, Sang Penguasa Sejati. Itulah Tuhan Sang Pencipta Alam!.

Tapi sungguh ironis, bicara tentang Tuhan akan tetapi hati kita buta dengan Tuhan, bicara tentang agama akan tetapi masih menyakiti orang lain, bicara tentang perjuangan masih ada yang merasa ungul, bicara tentang kesucian akan tetapi hati kita busuk penuh dengan ke AKU an! Awas sekali lagi bendera "AKU" berkibar, iblispun akan menertawakan kita!

Ingatlah wahai saudaraku, islam sendiri adalah sebuah keselamatan, sebuah kedamain, sebuah ketentraman, akan tetapi sudahkah lidah kita selamat sehingga tidak menfitnah orang lain lebih-lebih teman seperjuangan? Sudahkah tingkah laku kita selamat sehingga tidak menyakiti orang lain? Sudahkan akhlaqul karimah kita selamat sehingga menimbulkan sebuah kedamaian dan ketertraman diantara sesama? Atau malah sebaliknya dengan prilaku kita malah membuat sebuah perpecahan dan permusuhan diantara sesama umat masyarakat?

Tolong koreksi kedalam jangan melihat orang lain!

Sungguh naif, apabila saya tidak mengkoreksi dan menghakimi diri sendiri, ternyata saya adalah sang pendusta agama yang berkedok dengan kemuliaan. Jangan anggap ketika saya menghadirkan tulisan ini saya adalah orang mulia, tidak! Ketika pembaca tahu tentang pribadi saya mungkin akan muak, dan meninggalkan tulisan ini, dimana saya adalah sampah yang telah mengotori perjuangan agama. Yang membuat dunia menjadi kacau, yang membuat islam menjadi sumber segala fitnah, yang menjadikan islam menjadi hujatan, sebab karena sayalah islam tidak bersatu, saling benar dan menang sendiri. saya hanya bisa berucap akan tetapi tidak bisa mengetrapkan. Pembohong besar !

Al-Qur'an surat Ash-Shaf ayat 3

"amatlah besar kemurkaan disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat."

(Ya Alloh Sucikanlah rohku, bersihkanlah hatiku, Sucikanlah roh umat suluruh jagat, bersihkanlah juga hati umat seluruh jagat. Terlalu hina dan kotor diri ini sehingga aku buta dengan Engkau, Yaa Alloh Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa hambamu, dosa teman-temanku, dosa umat masyarakat jamial alamin, sebab karena akulah dunia menjadi kacau, sebab karena akulah, islam menjadi sumber segala fitnah, sebab karena akulah islam menjadi hujatan, sebab karena akulah islam tidak bersatu, saling benar dan menang sendiri. Ya Rohman Ya Rohim Engkau Maha Tahu, aku hanya manusia lemah, hina dan tiada daya, perkenankan doa kami Yaa Alloh, matikan aku dalam ketiadaanMu, sehingga Engkau perkenankan untuk senantiasa kembali kepada KesucianMu.)

Maka lebih mulia kita diam dan merenungi kekurangan diri sendiri daripada membalas cacian, hinaan, serta fitnaan orang lain karena itu semua adalah tangga penguji sebagai kemuliaan yang terselubung. Serta tiada tempat untuk marah ketika kita dihina, sebab Alloh masih banyak menutupi aib kebusukan didalam hati kita terhadap sesama manusia. Dan semulia-mulia orang adalah orang yang bisa mengoreksi diri, lebih baik kita dicaci dari pada mencaci orang lain, lebih baik kita dihina daripada kita menghina orang lain, lebih baik kita disakiti daripada kita menyakiti orang lain, karena tidak ada orang yang dimuliakan sebelum dia diuji, tidak akan ada orang yang akan memiliki derajat yang tinggi sebelum dia dicaci, dihina, serta difitnah sehingga menghujam jiwanya sampai benar-benar kokoh seperti batu karang tiada bergeming ketika ombak menghantam.

Ingat janganlah berselimut dengan kepura-puraan, jujurlah pada diri sendiri! pendusta agama ataukah kita adalah kekasih Tuhan?
Leia Mais...
0

***ORANG YANG BERSAMA TUHAN***

 
Orang Yang Bersama Tuhan - Dalam pembahasan pengajian kitab al hikam mp3 ini akan dibahas Orang yang Bersama Tuhan atau kekasih Tuhan, banyak faktor yang dapat dinilia dari segi lahiriyah akan tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang dipandang jelek oleh orang lain ini adalah kekasih Tuhan yang disembunyikan,dalam gambaran secara umum baik tidaknya seseorang ini yang menilai adalah masyarakat, walaupun masyarakat ini berhak menilai seseorang akan tetapi masyarakat bisa menilai hanya sebatas penilaian lahiriahnya saja, akan tetapi Rosululloh pernah bersabda kalau masyarakat banyak menilai bahwa orang itu baik maka orang itu pastilah baik, dan apabila masyarakat sebagian besar mengatakan jelek berarti orang itu mempunyai image yang jelek, karena penilaian masyarakat itu tergantung dengan situasi dan kondisi, akan tetapi penilaian masyarakat ini hanya sebatas penilain lahiriah akan tetapi penilaian dari Tuhan adalah lain Tuhan menilai dari segi batiniah karena semua orang tidak ada yang tahu tentang masalah batin, maka yang paling tepat adalah penilaian dari Tuhan, karana Tuhan adalah yang Maha Tahu, yang dilihat dan yang dinilai bukan lahiriahnya semata, tidak pula dilihat dari anaknya siapa maupun statusnya dari mana, walaupun orang itu ditengah masyarakat itu bagus dan dipandang unggul, Tuhan tidak pernah melihat itu, meskipun juga orang itu doanya keramat dan orang itu adalah seorang wali,Tuhan tetap tidak memandang itu, tetapi yang dipandang oleh Tuhan adalah geraknya hati dan amal-amal kita, Allah memandang seseorang hanya dilihat dari hatinya kalau kita masih mempunyai rasa AKU / EGO, tetap orang itu dipandang hina oleh Tuhan, akan tetapi sebaliknya apabila orang itu memandang disegala sesuatu karena AKU nya Allah Orang Yang Bersama Tuhan inilah semulia-mulia orang walaupun dipandang hina oleh masyrakat akan tetapi dia terus begantung dengan Tuhan, inilah sebenar-benarnya kekasih Tuhan. Dalam pembahasan pengajian kitab al hikam mp3 dengan judul "Orang Yang Bersama Tuhan" akan dibahas bagaimana menuju jalan untuk menjadi kekasih Tuhan. Semoga dalam episode ini bisa menyiram rohani yang haus akan nutrisi
Leia Mais...

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

SMS GRATIS

Make Widget
 
MINAK JINGGO © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |